Manajemen Keperawatan Bencana di Indonesia

16 April 2018 oleh : superadmin

“Indonesia merupakan negara yang sangat rawan akan bencana karena posisi geografis yang terletak di ujung pergerakan tiga lempeng dunia: Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik.” Kata Herni Susanti, SKp., MN, Ph.D dalam kuliah umum di Magister Keperawatan UMY.

Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 13 April 2018 yang diikuti 15 mahasiswa peminatan Jiwa. Dalam presentasinya, Herni Susanti menjelaskan 3 hal yaitu Manajemen Keperawatan Bencana, Penanganan Psikososial pada Bencana, dan Pelayanan Kesehatan Jiwa untuk Keluarga. Bencana yang terjadi di Indonesia seperti, gunung meletus, banjir, dan tanah longsor, menimbul berbagai macam persoalan, antara lain, penyakit, ketersediaan aire bersih, dan sanitasi. Bagaimana seorang perawat berkontribusi dalam situasi seperti itu? Secara garis besar, belajar dari tragedi Tsunami 2014, ada beberapa hal yang dapat dilakukan pasca bencana, seperti memberikan dukungan secara psiko sosial, penanganan medis kepada korban bencana di barak/tenda pengungsian, serta melakukan koordinasi dengan pihak lainnya seperti pemerintah setempat, palang merah, dan polisi-tentara.

Namun, sebelum perawat memberikan bantuan kepada para korban, mereka harus memiliki bekal dan keterampilan yang cukup, yang mencakup pemeriksaan kondisi perawat, memberikan kebutuhan para perawat seperti makanan, pakaian, dan obat-obatan. Mereka juga harus memiliki kompetensi dalam melakukan tindakan penanganan korban bencana. Keselamatan seorang perawat adalah yang paling utama sebelum melakukan pertolongan kepada para korban bencana.