Prodi Magister Keperawatan melepas mahasiswa angkatan 8 untuk melaksanakan kegiatan praktik klinik luar negeri ke empat perguruan tinggi antara lain, International Islamic University Malaysia, Ubon Ratchathani University Thailand, Guanxi Medical University China, serta Changhua Christian Hospital. Praktik klinik atau Student exchange merupakan bagian dari mata kuliah Magister Keperawatan UMY.

Dalam sambutannya, Erna Rochmawati, S.Kp., Ns., MNSc., M.Med.Ed., Ph.D selaku sekretaris prodi mengatakan, program ini diadakan untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan yang ada di Magister Keperawatan. “Program outbond student ini dilaksanakan dalam rangka menuju reputable university..” Kata Erna pada hari Kamis (04/10) di ruang Amphiteater lantai 4 gedung Kasman Singodimejo Pascasarjana UMY. Selain itu, Erna juga meminta mahasiswa untuk memanfaatkan sebaik mungkin kegiatan praktik luar negeri. “Ini akan menjadi pengalaman tersendiri karena disana tentu akan memiliki perbedaan dengan kita disini, baik itu pembelajaran, fasilitas, maupun metode-metode kesehatan lainnya. Mahasiswa harus bisa menganalisis gap atau perbedaan – perbedaan tersebut” Jelas Erna.

Kegiatan pelepasan juga dihadiri mahasiswa angkatan 7 yang didatangkan untuk berbagi pengalaman kegiatan praktik klinik luar negeri. Keempat mahasiswa tersebut mewakili empat universitas yang akan menjadi tujuan praktik klinik luar negeri mahasiswa angkatan 8. Yurensi Felni Tjingaisa, S.Kep.,Ns mengatakan, perbedaan budaya tentu menjadi tantangan tersendiri baginya saat menjalani praktik Guanxi Medical University China. “Khususnya soal makanan halal disana tentu sangat jarang ditemui. Namun, tenang saja mereka sudah tahu tentang hal itu dan akan memandu teman-teman untuk memilih mana makanan yang halal untuk dikonsumsi dan tidak.” Kata Yurensi. Selain itu, para volunter yang akan mendampingi mahasiswa selama disana juga sangat disiplin waktu. “Misal, kita janjian minta dijemput pukul 8 pagi untuk pergi ke suatu tempat, mereka sudah datang ke asrama kalian lima belas menit sebelum jam 8.” Tambahnya.

Pengalaman lain juga dibagikan oleh Rosita Jafar, S.Kep.,Ns yang melakukan kegiatan praktik klinik di Changhua Christian Hospital Taiwan. Menurutnya, sistem pembelajaran disana cukup ketat dan disiplin. “Mereka merencanakan jadwal kegiatan kami selama disana sangat terperinci dan cukup ketat, sehingga sangat sedikit bagi kami untuk jalan-jalan wisata selama di Taiwan karena waktu kami banyak berkutat di rumah sakit.” Kata Rosita. Rosita menambahkan, fasilitas teknologi yang mereka gunakan disana sangat lengkap dan modern. “Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk mengenal lebih jauh metode keperawatan disana. Jangan lupa juga untuk mencoba semua fasilitas yang ada, karena disana sangat lengkap dan modern.” Tutupnya.